Cinta itu seni, ia butuh pengetahuan dan perjuangan-Erich Fromm
Awalnya sebuah pesan di akun Facebook dari seorang perempuan, isinya sebuah ungkapan kemarahan. Perempuan tersebut marah-marah kepada si empunya akun Facebook tersebut. Ia marah karena ia punya seorang sahabat yang merasa dimainkan oleh si pemilik akun Facebook tersebut. “Kalo memang anda sudah tidak memiliki perasaan dengannya silahkan pergi dan jangan ganggu dia lagi,” ketus perempuan tersebut.Tentang cinta adalah tentang perasaan, hemat perempuan tersebut. Cinta hanya sejumput perasaan menyenangkan saat ia datang, dan menjadi sebuah keterpurukkan saat ia pergi. Erich Fromm, Psikoanalis dari Jerman membedah habis soal cinta dalam bukunya The Art of Loving. Fromm menolak jauh-jauh bahwa anggapan cinta hanya sebentuk perasaan menyenangkan, menurutnya cinta adalah seni, ia butuh pengetahuan dan perjuangan.
Mengapa cinta butuh pengetahuan? Pertama, kita harus melihat anggapan mengenai cinta dalam masyarakat. Masyarakat umumnya menganggap remeh masalah cinta, cinta baru datang saat ada objek yang tepat dicintai. Padahal, masyarakat jelas membutuhkan cinta. Buktinya larisnya film, lagu mengenai cinta entah itu menyedihkan atau menyenangkan.